About Me

November 17, 2015

The Paper Kites - Twelvefour Australian Tour

"Hey, are you ready for the concert? I'll be waiting at Town Hall station around 7.30", kata Luke.

Waktu menunjukkan pukul 7, dari Newtown saya menuju Town Hall station untuk menghadiri konser band favorit saya. Sejak memulai petualang WHV, saya terus mencari tahu tentang jadwal panggung mereka. Karena tidak mungkin mampir ke Townsville, dan terlalu mahal untuk melakukan perjalanan pulang-pergi dengan pesawat, maka di bulan Oktober saya putuskan untuk meninggallkan Kirwan dan tinggal sementara di Sydney. Sembari menunggu giliran masuk, saya berbincang dengan Luke. Luke adalah tuan rumah di kediaman yang saya tempati selama di Sydney. Berbekal bertukar pesan di Couchsurfing, akhirnya kami sepakat: Ia mengijinkan saya tinggal, sebagai gantinya saya harus memasak masakan Indonesia, bonus saya ajak menikmati band ini karena saat itu saya memiliki dua tiket.

November 1, 2015

Blue Mountains: Tak cukup sehari!

Kadang, sebuah perjalanan terjadi dari hal-hal yang tak terencana. Setelah beberapa hari cuacanya kayak kamu; nggak jelas maunya gimana, akhirnya hari ini cerah ceria. Jalan-jalan di New South Wales belum sah kalau belum singgah di Blue Mountains, ya nggak sih? Meski dibandrol kata Mountain bukan berarti kita bakal naik gunung, ehe. Berawal dari racau dan impulsif di kepala, saya bergegas menuju Sydney Central (Platform 5). Harga tiket $17.80 (return, limit waktu 12 jam) bisa dibeli di loket, atau langsung tap dari Opal card kalau saldo mencukupi. Keretanya nyaman, warna seatnya ungu, dan nggak banyak penumpang. Selama 2 jam 20 menit saya disuguhkan pemandangan dari beragam suburb hingga pematang gersang.


October 10, 2015

Babinda: Sebuah Kisah Cinta Terlarang

Hanya berjarak 60 km dari pusat kota Cairns, pemberhentian roadtrip selanjutnya adalah desa Babinda. Dari jalan utama berkisar 7 km dan tibalah kami di tempat yang dinamakan Babinda Boulders. Tak jauh dari parkiran, terdapat swimming hole. Airnya bersih, dan (katanya) tetap dingin meski sedang dalam pertengahan musim panas. Tak hanya itu, jika kita berjalan mengikuti boardwalk, kita akan tiba di sebuah tempat bernama The Devil’s Pool Legend. Menurut sejarah, dulunya ada kisah cinta sepasang aborigin yang berakhir tragis. Adalah Oolana, seorang Yidinji yang sudah menikah dengan sang tetua suku, jatuh cinta dengan seorang pemuda bernama Dyga. Karena dianggap sebuah kriminal, akhirnya mereka berdua kabur. Saat dilakukan pengejaran, Oolana membuang dirinya di aliran sungai ini. Dyga menyusul untuk mencari, tapi Oolana tidak pernah ditemukan. Konon hingga saat ini tangisan Oolana masih sering terdengar.
 
 

October 9, 2015

Kuranda: Pesona Alam di Utara Cairns

Adalah Kuranda; sebuah kota yang terletak 25 km dari Cairns, yang menjadi destinasi wisata saya kali ini. Crystal Garden Resort & Restaurant. merupakan tempat tinggal saya selama berada di Cairns. Kamarnya bersih, makanannya enak, dan lokasinya nggak jauh dari pusat kota. Setelah sarapan pagi, kami dijemput oleh rombongan. Yay! 
 
Skyrail Rainforest Cableway merupakan pariwisata alam nomor satu yang akan membawamu menikmati keindahan Australia’s World Heritage. Tour yang saya pilih saat itu Skyrail, Railway, dan Rainforest Experience (AUD181/ person, termasuk return transfers dari hotel)

The Skyrail Cableway Experience.
Terdapat dua kelas untuk menikmati kereta gantung ini: regular, dan diamond. Yang kedua lebih mahal tentunya, karena dapat ekstra fasilitas seperti glass bottom gondola, dan selection beverages & finger foods. Harga? Tambah AUD49/ orang. Mahal ah! :)) Total perjalanan skyrail kurang lebih 1,5 jam. Dari Smithfield menuju Red Peak Station, banyak saya jumpai eucalypt woodlands, kerumunan vine-clad, dan kauri pines berusia 400 tahun. Red Peak merupakan titik tertinggi perjalanan gondola, yaitu 40,5 meter. Pemberhentian berikutnya adalah Barron Falls Station. Banyak pohon pisang! :)) Bulan terbaik menikmati spot ini adalah selama wet season (Desember-Maret). Masing-masing check point terdapat boardwalk. Jadi setelah turun, kita bisa jalan-jalan mengitari taman sebelum naik ke gondola berikutnya.


September 19, 2015

Sebuah Perjalanan

Aku mempercepat langkah, menelusuri gerbong demi gerbong. Empat potong roti isi keberanian kupegang erat, sementara kedua bola mataku berlari di tengah kerumunan kepala. Di sisi kanan kulihat tangannya melambai, senyumnya berkata ia tak sabar untuk melakukan perjalanan ini. Ini hal paling gila yang pernah kulakukan. Tanpa persiapan apa pun, ia mengajakku berpetualang menuju entah.

Di tiap perjalanan, kami selalu mendapat tempat terbaik. Kami membuka mata saat matahari terbit, dan mengakhiri hari saat matahari terbenam. Kau suka langit dengan warna keemasan, sementara aku mendamba gurat jingga di dalamnya. Kami sering bertikai soal prinsip, namun selalu berakhir di peluk masing-masing. Satu-satunya hal yang kami sadari adalah kami sedang menjaga hal yang cepat atau lambat harus segera dilepaskan.

Kadang, kita terlalu sibuk mewujudkan sosok yang sesuai dengan apa yang kita inginkan. Kepala adalah kertas, imajinasi sebagai pena, kemudian realita adalah tangan-tangan yang mengoyak karyamu. Kami hanyalah sepasang yang lelah berkarya, dan dipertemukan di tengah pelarian masing-masing.


"Jadi, sudah memutuskan ingin berpetualang sampai kapan?"
"Entah. Sampai lelah, mungkin. Kamu?"
"Sampai lelah! Sampai masing-masing dari kita menemukan tempat yang tepat untuk menetap."




d.

September 11, 2015

Paluma: Dip to the Deep

Dari Babinda kita beranjak 240 km ke arah selatan. Perjalanan yang memakan waktu lebih dari 3 jam ini didominasi dengan pemandangan kebun pisang, dan tebu. Yak, Queensland utara adalah penghasil terbesar pisang dan gula. Bagaimana jika di sini paceklik? Ya, otomatis hingga Perth akan mengalami kelangkaan buah :))

Pemberhentian selanjutnya adalah Crystal Creek, yang masuk dalam Taman Nasional Paluma. Berhubung keterbatasan waktu yang kami punya, akhirnya hanya bisa mengunjungi 2 tempat di sini.

Paradise Waterhole/ Big Crystal Creek.
Dinamakan Paradise Waterhole karena memang yang disuguhkan semacam kubangan raksasa dengan air yang sangat sejernih. Tipikal taman Australia, di tempat ini turut menyediakan tempat BBQ. Namun, untuk kemah harus disertai ijin. Mungkin karena ini kawasan taman nasional ya.


March 22, 2015

Magnetic Island: Pertemuan Perdana dengan Koala

"Are you still keen to go to Magnetic Island tomorrow?", tanya sepupu saya. Bak gayung, saya bergegas menyambut ajakannya. Pukul 8.45 kami tiba di pelabuhan ferry kota Townsville, langsung menuju loket untuk sarapan membeli tiket penyeberangan return via SeaLink  seharga $32. Perjalanan menuju Maggie Island ditempuh selama 25 menit.

Pemandangan pelabuhan dan Castle Hill dari deck kapal.

February 24, 2015

Proses pengajuan Working Holiday Visa

Siapa sih yang nggak tahu visa yang konon lagi heitsss ini?! Yang tadinya kuota hanya 100, menjadi 1000/ tahun. Beberapa aplikan bahkan resign dari kantor demi tercapainya cita-cita berwisata selama satu tahun di negara tetangga. Yak, saya salah satunya :)) visa ini tak lain tak bukan saya ketahui dari Daniel Giovanni (@qronoz), yang nampaknya sekarang jadi kepala rekrutmen WHV regional Jakarta. Ini lo sistem komisi apa gimana, nyos? Lol.

Saat itu saya menghadiri farewell Onyos di The Deck, yang akan hijrah ke Australia. Konon, Andi juga akan apply visa yang sama. Biasa ya khayal-khayal babu kami bakal berada di Australia bersama. Tapi karena suatu dan lain hal saya molor, dan Andi yang lebih dulu granted memilih menjadi budak korporat di ibukota. Visanya dipakai untuk visit aja, katanya. Bebas! :))

13 November 2013 - The Deck. Saat saya masih bahagia gemuk :))

February 5, 2015

Kenawa: Malam pertama di NTB

Setelah jelajah 3 Gili dan bermalam di Lombok, kira-kira pukul 12 kami melanjutkan perjalanan. Meski bukan bidadari, tapi tujuan pertama kami kali ini adalah (pelabuhan) Kayangan. Setelah clingukan mencari rekan bidadari yang lain membayar tiket kapal sebesar IDR52.000, kami dipersilakan parkir dan memasuki area ruang tunggu penumpang. Kira-kira pukul 2 kapal KMP Kalebi menaikkan jangkarnya.
 
 

February 4, 2015

Tiga Gili di Sekotong

Setelah bersemedi soal rute, logistik, hingga budget, akhirnya saya, Popo, Ayik, dan Yoga memulai pengembaraan #triptigapulau dengan mengendarai motor. Tiga pulau? Yak! Destinasi pertama diawali dengan perjalanan ke Lombok. Jam terbaik (buat kami) untuk menyeberang adalah jam 2, atau jam 3 malam.  Kenapa? Karena kamu bakal tiba di Lembar saat mentari meninggi, langsung bisa jalan-jalan.

Tarif penyeberangan motor dari Padang Bai menuju Lembar sebesar IDR125.000. Setelah 4 jam menyeberangi selat, kami tiba juga di Lombok. Tanpa pikir panjang, perjalanan pun kami lanjutkan menuju Sekotong. Saat itu matahari belum terlalu tinggi, kabut masih terlihat, dan jalanan amat lengang. Perjalanan menuju Sekotong Barat sangatlah menarik; dari pemandangan perbukitan, teluk, hingga tikungan beraspal mulus. Setiba di pelabuhan Sekotong, kami langsung didatangi oleh warga lokal yang nampaknya membaca gelagat kami yang sedang mencari pasangan hidup perahu. Mas Zoel, menawarkan jasa penyeberangan seharga IDR278.000 untuk 3 Gili. Tentu, ini sudah melewati proses tawar-menawar yang alot damai. Setelah sepakat dengan harganya, kami bergegas menuju warung terdekat untuk sarapan. Yak, belum sah ke Lombok kalau belum mencicipi plecing kangkung yang kemrenyes itu. Jadilah kami merogoh IDR10.000 untuk semangkuk plecing, lontong berbentuk kerucut, serta kopi.

January 11, 2015

Desa Sawarna: Dari Ciparahu ke Tanjung Layar


Di tahun yang baru ini, saya berkesempatan untuk melakukan perjalanan ke Barat. Bukan untuk mencari kitab suci ya, melainkan mencari kepastian. Eh. Layaknya sebuah hubungan, akses jalan pun selalu perlu perbaikan. Di beberapa titik sedang dalam proses beton, sementara sisanya cukup mengguncang isi perut dan iman kami. Setelah menempuh perjalanan dari Lembang selama 8 jam, akhirnya kami tiba juga di kediaman rumah Willy, desa Bayah - provinsi Banten. Hamparan sawah, laut, gemericik sungai, dan burung-burung yang hilir-mudik, menyapa setiba di beranda saat hendak menuju kamar. Syahdu sekali!