About Me

November 24, 2014

Berwisata ke Pulau Menjangan

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya kami tiba juga. Pantai Yeh Leh merupakan tempat peristirahatan yang terletak di perbatasan Tabanan dan Jembrana. Namun sayang, ini bukan destinasi kami. Setelah menghabiskan semangkuk baso, satu butir kelapa muda, dan selfie (tentunya), kami melanjutkan perjalanan menuju Bali barat. 





Peserta #WeekendBarengMelaligen kali ini luar biasa banyaknya. Mulanya hanya penghuni grup, namun untuk menggenapi boat dan supaya bisa share cost seminim mungkin, terkumpul lah sebanyak 30 orang. Kali ini kami akan tinggal di tempat yang sama, yang saya sebut rumah singgah; kediaman Cak Ismu di Desa Sumberklampok. Desa ini masuk kawasan konservasi taman nasional, dan dikenal sebagai desanya Jalak Bali. Pada kunjungan pertama saya sempat berkunjung ke rumah Pak Abdulkodir, seorang yang sudah berpuluh tahun bergelut dengan Jalak Bali. (Ceritanya panjang, saya post lain waktu ya. Ini sedang dikejar waktu, hahaha). Singkat cerita, pukul 10 pagi di hari Sabtu yang cerah itu saya dan teman-teman sudah tiba di pelabuhan Banyuwedang. Saat itu kami beruntung, cuaca bagus, arus bersahabat, sehingga visibility (rasanya) mencapai 30 meter. Penyebrangan dari dan menuju pulau kira-kira 25 menit.
















Btw, untuk menuju pulau ini terdapat 2 pelabuhan yang bisa kamu pilih: Labuan Lalang, dan Banyuwedang. Berhubungan pengalaman pertama saya sangat berkesan, akhirnya saya kembali ke pelabuhan ini. Tapiiiiii... Tak disangka tak dinyana, saya diberikan info yang tidak lengkap. Mulanya, saya ditunjukkan nota dan diberi tahu kolom mana saja yang harus dibayar (yang ditunjuk oleh guide  waktu itu HANYA: fee boat, fee guide, local ticket, dan activities ticket). Namun setelah snorkeling usai, tiba-tiba saya disodori beberapa tambahan biaya. Saat saya tanya kenapa tidak diinfo dari awal, sang guide hanya bisa diam. Nominalnya tidak seberapa, memang. Tapi, saya yang sudah mengumpulkan uang dari peserta harus (lagi-lagi) meminta kekurangannya (setelah revisi harga pasca kenaikan BBM). Kepada 30 orang :| Berikut rincian yang saya terima:



Menurut penuturan beberapa penduduk di sana, tempat ini memang bukan pelabuhan resmi menuju Menjangan. Kelebihannya? Harganya memang lebih miring. Namun kalian harus cermat, tidak menutup kemungkinan akan dijadikan ajang mark up, apalagi kalau terlihat membawa rombongan. Setelah pembayaran yang diwarnai kekesalan berakhir, saya singgah ke pelabuhan Labuan Lalang. Di information centre saya mengetahui seperti: guide di sini bersertifikasi dengan kemampuan renang dan rescue yang baik, ia juga memberi penjelasan soal fungsi biaya insurance berikut contoh kasusnya. Pelayanannya sangat berbeda! Saat itu saya berpura-pura sebagai orang yang belum pernah ke Menjangan. Namun beliau, pak Mang Gio, sama sekali tak memiliki indikasi akan bertindak curang. Dari segi informasi, maupun biaya. Berikut perbandingan harga terbaru pasca kenaikan BBM:



Oh ya, 1 boat bisa menampung maksimal 10 penumpang. Dan, nampaknya suatu hari saya harus kembali dan mencoba berangkat dari pelabuhan yang (sepertinya punya) pelayanannya baik ini. Buat yang akan ke sana, semoga tulisan cepat ini membantu ya! Akan diupdate lebih lengkap sepulang dari Nusa Tenggara Barat *balik packing lagi*



d.







1 comment: