About Me

January 15, 2014

Petualangan di Nusa Lembongan

Sepagi ini dua orang beransel dengan satu tas jinjing sudah hilir-mudik di tengah riuh debur ombak pantai Sanur. To the Lembongaaaan! Buat kamu yang pengin melipir ke Nusa Lembongan, di Sanur terdapat banyak boat operator dengan jam keberangkatan dan harga beragam, yang siap mengantarmu ke pulau seberang. Karena baru pertama kali mengunjungi pulau ini, akhirnya kami membeli tiket PP (open ticket) seharga 150.000/ orang. 

Diberi secarik peta oleh Optasal saat membeli tiket boat.

Perjalanan dari Sanur menuju Lembongan ditempuh selama 30 menit. Ada dua pilihan pemberhentian: di Jungut Batu dan Mushroom Bay, tergantung ke mana tujuanmu. Kalau saya sih maunya berhenti di kamu, aaaakk! Setiba di Mushroom Bay, kami langsung menuju tempat penyewaan motor. Di Sanur, kami sempat ditawari dengan harga Rp 80.000. Karena tau kisaran harga sewa di sana akhirnya kami dapat harga tengah: Rp 60.000. FYI, ilmu tawar-menawarmu sangat berguna di sini.

Menyeberang menuju Nusa Ceningan melalui jembatan ini.


Le Pirates, Nusa Ceningan
Yeaaay, siapa sih yang nggak tau primadonanya akomodasi di Nusa Ceningan ini? Ini adalah tempat penginapan kami selama dua malam. Le Pirate punya dua jenis kamar: Beach Box (2 orang), dan Bunk Bed Room (4 orang), lengkapnya bisa cek di sini. Harga yang saya dapat waktu itu Rp 380.000/ malam dari Agoda, lebih murah dibanding pesan langsung dari web Le Pirate/ walk in. Saat air belum pasang, di depan Le Pirate adalah lahan garapan petani rumput laut. Saya sempat berbincang dengan salah satu petani yang sangat ramah, Pak Made namanya. Beliau bercerita dari sejarah Lembongan, hingga perkembangan bisnis rumput laut. 

Beach box.

Beranda kamar sebelah.

Pool.

Pemandangan dari depan kamar.

Disediakan hammock di setiap kamar *rebutan* :))

Kitchen n breakfast space.

Pak Made dan rumput lautnya.



Blue Lagoon Cliff Jump
Setelah check in, kami langsung melipir ke Blue Lagoon. Untuk lompat di Blue Lagoon Cliff Jumping setinggi 13 meter ini kamu bakal dikenakan biaya sebesar Rp 50.000. Sayangnya, saat kami ke sana lokasi ini sedang ditutup karena seminggu terakhir angin sedang kencang-kencangnya.

Jalan menuju tebing Blue Lagoon.

Spot lompat.

Akhirnya selfie sama mas akang yang sedih-pengin-lompat-tapi-tempatnya-ditutup :))


Devil's Tear
Iseng googling, ngikutin maps dan bersualah kami dengan spot ini. Hempasan air di udara yang menyerupai bulir air mata ini mungkin alasan kenapa pantai ini disebut Devil's Tear (?). Entahlah. Terdapat banyak bebatuan tajam jadi kamu harus ekstra hati-hati untuk jalan di seputaran pantai ini. 

#FromWhereIStand :))

Bulir-bulir air laut di udaraaa~

Menyusuri tebing.

Tiba di sisi bawah Devil's Tear.


Mangrove Forest
Dari Devil's Tear kita menuju ke utara desa Jungutbatu untuk mangrove touring. Karena kami datang terlalu siang, jadi air sudah agak surut dan tidak bisa mengelilingi semua rutenya. Suara gesekan ranting pepohonan, dan riak air dari dayung Bu Juni menyusup ke telinga saya. Suasananya tenang dan damai, beruntung kami masih bisa mengitari hutan bakau siang itu. Tarif mangrove tour Rp 100.000, ini masih bisa ditawar. Jam terbaik keliling Mangrove Forest adalah jam 9-11 siang. CP: Pak Juni +6282144536765. Oh ya, saya juga mencoba spot snorkeling di sini. Berhubung sendirian, tarifnya Rp 100.000 sudah termasuk alat, ongkos boat, dan guide. Makin banyak orangnya, makin murah tarifnya, CP: Bli Made Prema +6281999055636.





Goa Gala-Gala
Apalah yang bisa saya ekspresikan selain gelengan kepala selama berkali-kali saat melihat pahat demi pahat yang tercipta menjadi sebuah rumah di bawah tanah ini. Rumah bawah tanah yang digarap selama 15 tahun oleh seorang Jero Mangku Dalang bernama Mangku Byasa ini menjadi salah satu destinasi yang wajib dikunjungi saat singgah di Lembongan. Untuk eksplorasi tempat ini, kamu diwajibkan membayar uang ganti listrik sebesar Rp 10.000. Selain menyajikan sejarah, di sini kamu bisa membeli oleh-oleh khas Lembongan yaitu beragam olahan makanan dari rumput laut. Dodol, air sari rumput laut, dan keripik, setidaknya masuk dalam tas punggung saya.





Dream Beach
Hari berikutnya sembari menunggu mas akang diving, saya melipir sendiri ke pantai ini. Sepi. Pas banget buat kamu yang cuma pengen duduk leyeh-leyeh sambil baca buku. Untuk menuju pantai cuma ada satu akses, yaitu masuk melalui Dream Beach Hut. Di sini kamu bakal di-charge Rp 25.000 untuk sewa long chair, bayar langsung di reception. Kalau nggak mau pakai long chair sih nggak bayar.




Desa Jungutbatu
Ini adalah desa favorit para backpacker. Selain punya banyak pilihan akomodasi, pilihan tempat makan di sini juga beragam. Setelah mengantar mas akang diving pagi, hari terakhir di Lembongan saya habiskan keliling di desa ini.

Panorama Point. Pemandangan dari bukit Jungutbatu.

Jalan menuju Jungutbatu.

Sarapan di Bali Eco Deli. Wajib coba: choco waffle, homemade brownies, dan oat cookies.


Makan siang di Treasure Island, wajib singgah! Main course starts from Rp 30.000. Enak! Lokasinya di Lembongan Beach Club.

Setelah makan, saya bergegas menuju Mushroom Bay untuk ikut jadwal penyeberangan selanjutnya. Selama dua malam ini saya tidak mencoba spot diving. Ah, jadi punya alasan kembali lagi ke pulau ini. Saya akan segera kembali, Lembongan! :)

Tips:
~ Di Sanur (di kanan jalan sebelum bundaran) ada tempat penitipan motor khusus mereka yang mau vakansi ke pulau seberang, dijamin aman. Tarif motor Rp 5.000/ hari.
~ Beli tiket fastboat dari Sanur one way aja. Beli di Mushroom Bay harganya Rp 50.000, lumayan bisa hemat Rp 25.000.
~ Di sini satu botol bensin isinya 2 liter, Rp 16.000/ botol.
~ Harga kamar di Le Pirate tidak termasuk sarapan. Breakfast menu Rp 40.000 (fruit salad, homemade yogurt dan muesli, serta pilihan teh dan kopi)
~ Sunblock dan air mineral wajib dibawa kemana-mana. Stay hydrated, gengs. 

3 comments:

  1. Bagi Anda yang mau berlibur ke Pulau lembongan bisa pesan tiket di ARTHAMAS EXPRESS
    Visit : http://www.arthamasexpress.com

    ReplyDelete