About Me

February 24, 2015

Proses pengajuan Working Holiday Visa

Siapa sih yang nggak tahu visa yang konon lagi heitsss ini?! Yang tadinya kuota hanya 100, menjadi 1000/ tahun. Beberapa aplikan bahkan resign dari kantor demi tercapainya cita-cita berwisata selama satu tahun di negara tetangga. Yak, saya salah satunya :)) visa ini tak lain tak bukan saya ketahui dari Daniel Giovanni (@qronoz), yang nampaknya sekarang jadi kepala rekrutmen WHV regional Jakarta. Ini lo sistem komisi apa gimana, nyos? Lol.

Saat itu saya menghadiri farewell Onyos di The Deck, yang akan hijrah ke Australia. Konon, Andi juga akan apply visa yang sama. Biasa ya khayal-khayal babu kami bakal berada di Australia bersama. Tapi karena suatu dan lain hal saya molor, dan Andi yang lebih dulu granted memilih menjadi budak korporat di ibukota. Visanya dipakai untuk visit aja, katanya. Bebas! :))

13 November 2013 - The Deck. Saat saya masih bahagia gemuk :))

Berikut proses visa saya:
Daftar interview SRPI: 22 September 2014 —> Panggilan interview: 22 Desember 2014 —> Lodge via AVAC Bali: 22 Januari 2015 —> Dapat nomor HAP ID: 7 Februari 2015 —> Submit hasil x-ray: 10 Februari 2015 —> Grant notice: 12 Februari 2015.

1. Registrasi. Semua bermula dengan mengisi form di sini. Berhubung peminat visa ini semakin banyak, ada baiknya mendaftar jauh hari dari target keberangkatanmu. Jadwal saya baru keluar 3 bulan setelah registrasi :))

2. Wawancara. Yang mendebarkan tentu saat proses pengumuman jadwal. Waktu itu saya baru banget pulang dari trip Lombok-Sumbawa. Berhubung saya tinggal di Bali, dan jadwal wawancara di Jakarta, tentu saya harus terbang ke sana. Pengumuman muncul tiap hari Jumat, sementara wawancara jatuh pada hari Senin. Saat itu saya kebagian tanggal menjelang Natal, ya, tarif maskapai manapun kayak gengsi kamu; tinggi banget! :)). Belum lagi drama delay singa terbang yang bikin jantung saya berceceran di beranda bandara. Setiba di kantor imigrasi, saya bertemu dengan beberapa teman yang juga merupakan cikal bakal grup #WHV46. Rumor bahwa proses wawancara akan mendebarkan rupanya tak terjadi pada saya. Pak Zikri, yang saat itu mengetahui bahwa tujuan saya ke Queensland nampak excited karena rupanya beberapa orang imigrasi akan study ke sana. Sirnalah wawancara yang terkesan kaku dan menegangkan itu. Berikut dokumen yang saya bawa:
- Form identitas
- KTP
- Akte Kelahiran
- Paspor yang bersangkutan dengan masa berlaku minimal 12 bulan
- Ijazah perguruan tinggi minimal Diploma III, atau Surat Keterangan sebagai mahasiswa aktif setidaknya 2 tahun, dilengkapi Kartu Mahasiwa (KTM) dari perguruan tinggi bersangkutan
- Memiliki sertifikat kemampuan berbahasa Inggris IELTS min. skor 4,5/ TOEFL paper based 450/ TOEFL computer based 133/ TOEFL internet based 46/ TOEIC 405 dari lembaga yang berwenang. Saya sendiri mengikuti test di IALF Bali, harus daftar lebih dulu karena tiap test kursinya dibatasi. Tarifnya USD195, hasil test keluar dua minggu setelahnya
- Surat keterangan/ jaminan bank atas kepemilikan dana sejumlah AUD5000, atau yang setara. Karena saat itu nggak sempat ke bank, saya cuma menyertakan fotokopi buku tabungan selama tiga bulan terakhir. 
- Pas foto terakhir berwarna ukuran 4x6 (1 lembar), latar belakang putih. Foto yang cakep! Kali aja menyihir para petugas trus SRPI cepet keluar #yakaleee

Semua dokumen asli dan fotokopi dimasukkan dalam map warna biru dengan urutan di atas. Btw, kunci dari keberhasilan mendapat SRPI selain dokumen yang lengkap, kamu juga harus meyakinkan petugas bahwa akan pulang setelah masa visa berakhir. Juga saat wawancara tidak boleh gugup! Santai aja... Sama petugas ini, bukan orang tua gebetan :))

3. Apply visa. Tahap yang satu ini tentu baru bisa kamu lakukan setelah mendapat kiriman surat sakti alias SRPI. Lokasi AVAC di Indonesia ada di Bali dan Jakarta, dan berikut dokumen yang harus dibawa:
- Formulir aplikasi (Form 1208) yang dilengkapi dan ditanda tangan.
- Biaya aplikasi visa. Total yang saya bayar saat itu IDR4,902,000 termasuk biaya logistic, dan segala macemnya. Oh ya, sebaiknya langsung bilang ke petugas untuk tidak daftar SMS, karena proses visa kamu bisa langsung dilacak via: http://www.vfs-au-id.com. Klik di sini untuk mengetahui tarif visa terbaru per tanggal 1 Januari 2015.
- Fotokopi paspor (halaman biodata, perubahan/tambahan-jika ada, halaman visa dan cap imigrasi) yang masih berlaku paling tidak 12 bulan dan pasport lama (jika ada)
- 1 lembar foto anda ukuran foto paspor yang terbaru. Background putih.
- SRPI
- Bukti keuangan setidaknya AUD5000.
- Bukti kualifikasi perguruan tinggi, atau sudah menyelesaikan paling tidak 2 tahun dari pendidikan universitas.
- Bukti tes Bahasa Inggris dan setidaknya harus mendapatkan nilai fungsionil.

Meski tak tertera di web, saat itu saya diminta menyerahkan fotokopi akte kelahiran, KK, KTP, dan CV.

4. HAP ID. Setelah lodge dokumen via AVAC, tiada lagi yang bisa kita lakukan selain menunggu (lagi). Nomor HAP ID dikirim via email, dan hanya berlaku 7 hari dari masa pengiriman. Saya terima email hari Jumat, Minggu langsung bikin appointment di BIMC untuk MCU (Chest x-ray). Klik ini untuk melihat daftar rumah sakit rujukan.

5. Menanti sambil berdoa. Yak, tibalah pada proses terakhir yang mana sudah saya lakukan dari awal: menanti :)) Puji Tuhan, kali ini penantian jodoh grant notice tak berlangsung lama. Hanya 2 hari setelah submit hasil x-ray.

Bukan proses yang mudah, memang. Terutama perihal waktu, karena semua kepastian memang hanya Tuhan dan petugas imigrasi yang tau. Selamat mencoba!

7 comments:

  1. artikelna bermanfaat bgt... Mau tanya dong di ialf sertifikat untuk toefl atau ielts na? Sertifikat toefl ITP bisa dipakai gak?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo. Belum lama saya dengar sepertinya TOEFL ITP tidak bisa. Udah coba gabung di group Facebook WHV Indonesia? Di sana lengkap karena banyak sharing informasi.

      Delete
  2. hai salam kenal, sudah berangkat k oz nya belum? untuk wawancara memang harus di jakarta ya , di bali gak ada ya?thanks :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo. Maaf yah telat banget balasnya. Untuk wawancara harus ke Jakarta, hari Senin. Dan, jadwal wawancara biasanya keluar setiap hari Jumat.

      Delete
  3. Hi! Mau tana sedikit, ketika di AVAC apakah akan ditanya lagi untuk penyerahan bukti keuangan? Thanks,

    ReplyDelete
    Replies
    1. Halo, maaf nih baru dibalas :( waktu lodge dokumen ke AVAC, saya tetap membawa bukti keuangan yang sama saat proses wawancara. Disertakan saja barangkali diminta. Good luck :D

      Delete
  4. Hi..nanya dong kalo "1 lembar foto anda ukuran foto paspor yang terbaru" -> ini maksudnya yg ukuran brp cm x brp cm ya?
    Aku lg persiapan dokumen2 nya nih bwt bulan depan tp fotonya takut salah cetak huhu thanks yaaaa...

    Btw main2 jg dong ke blog aku www.sassywanderluster.com :)

    Thanks

    ReplyDelete