About Me

December 15, 2014

Tentang Rindu

ia serupa bibit;
yang kau semai di mataku,
bermekaran di kepalamu


Kintamani, 2014

December 10, 2014

Tanpa Sisa

pada gersang tana samawa
mata langit meluruhkan tangisnya
menghentikan kaki-kaki
juga jiwa yang sibuk mencari
ada rindu yang kaueja malam itu
yang mengendap-endap di kepalamu
yang menari di lenganmu
yang bermuara di dadamu
— yang kita semayamkan di pulau itu


Kayangan, 2014.

November 24, 2014

Berwisata ke Pulau Menjangan

Setelah menempuh perjalanan kurang lebih 2 jam, akhirnya kami tiba juga. Pantai Yeh Leh merupakan tempat peristirahatan yang terletak di perbatasan Tabanan dan Jembrana. Namun sayang, ini bukan destinasi kami. Setelah menghabiskan semangkuk baso, satu butir kelapa muda, dan selfie (tentunya), kami melanjutkan perjalanan menuju Bali barat. 


October 5, 2014

Satu Mimpi di Timur Bali.

Apa yang ada di kepala kalian jika mendengar kata Karangasem? Jauh? Tentu saja, tapi bukan itu yang saya maksud. Tulamben? Amed? Wisata dalam laut? Yak, betul sekali. Sayang, bukan itu destinasi #melaligen kali ini.

Mewujudkan impian di Karangasem.
Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam dari pusat kota Denpasar, akhirnya sampailah kami di sebuah tempat bernama Batu Belah. Saya sempat bingung kenapa dinamai Batu Belah, karena di sepanjang area ini hanya terlihat alang-alang (?). Kehadiran saya di tempat ini pun tak sekadar berwisata, namun juga mewujudkan mimpi. Jadi penulis? Bukan, pemirsa, melainkan foto di antara alang-alang bersama teman-teman terkasih.


September 28, 2014

Berjemur di Pantai Gunung Payung

Arus racau di kepala saya hari ini bermuara di selatan Bali. Ah, pasti banyak yang belum mengenal tempat ini. Pantai bernama Gunung Payung terletak tak jauh dari Pantai Pandawa. Tinggal menuju arah Pandawa, dari situ kamu akan menemukan jodoh petunjuk jalan bertuliskan "Pura Gunung Payung".

Untuk mencapai bibir pantai, kita harus turun menuruni tangga yang (rasanya) tak lebih dari 200 meter. Tangga di sini tak se-Afgan air terjun Nungnung, juga ada 2 bale bengong untuk kamu yang kelelahan menjalani hidup menuruni tangga :') Oh ya, di pantai ini tidak belum ditarik biaya!

September 15, 2014

Surga di Bali utara.

Sebelum membaca hingga tuntas, saya harap tidak ada yang gegabah untuk absen dari kantor demi menyambangi tempat ini. Tunggu hari libur ya, para pembaca yang budiman.

Surga kecil itu bernama Sambangan.
Pagi itu nampaknya Google Maps bekerja dengan baik. Setelah melewati jembatan dan jalan tanjakan, tibalah kami di sebuah desa bernama Sambangan. Setelah memarkir kendaraan, tampak sekumpulan pemuda yang langsung menggoda menawarkan kami paket wahana yang ada di sana, seharga Rp 70.000/ USD7. Tentu saja, harga tersebut sudah termasuk penyewaan ban, life jacket, beserta pemandu lokal. Adapun wahana yang dimaksud adalah jumping, dan natural water sliding di beberapa spot air terjun. Tak berminat? Cukup merogoh goceng untuk uang kontribusi.

August 20, 2014

Memerdekakan Diri di Puncak Gunung Lesung.

Seperti halnya musik, buat saya destinasi pendakian pun kini ada klasifikasinya, yaitu: mainstream, dan cutting edge. Sempat terbesit untuk merayakan kemerdekaan di atap Bali, Gunung Agung, namun setelah mendengar peserta yang membludak, kami mengurungkan niat. Di tengah keputus-asaan kami, Magma Adventure hadir menawarkan pendakian ke Gunung Lesung *sembah*. Nggak heran banyak teman saya yang bertanya di mana itu gunung Lesung. Jika dilihat dari ketinggian, gunung ini bahkan lebih tinggi dari Batur, tapi yaaa gitu, gunung ini ndak femes gaes :(

Gunung Lesung terletak di utara Danau Tamblingan. Untuk mencapai pos pertama (di rumah penduduk), kita harus melewati jalan tanjakan yang hanya bisa dilalui dengan motor. Setelah beristirahat sebentar, kamipun memulai perjalanan.


August 8, 2014

Matamu

Matanya kadang pagi.
Tatapnya embun yang memeluk segenap resah
perihal apa yang akan terjadi hari ini.

Matanya kadang semarak senja.
Tatapnya membenamkan kekuatiranku
akan hari esok, dan aku yang terus dimakan usia.

Matanya kadang bulu angsa.
Tatapnya menidurkan kepalaku
yang tak lelah bekerja hingga menua.

Bermimpi boleh, kan?
Sayangnya, setiap waktu matamu adalah matahari.
Terikmu membelalak; membakar tubuhku,
pada kemarau yang kau buat sendiri.


 
Nusa Lembongan, Agustus 2014.

June 30, 2014

Mencintai Seorang Pemanah.

Ah, dingin sekali, tak seharusnya kuabaikan apa kata ibu, kataku sambil terus mendekati bibir danau. Dari kejauhan terdengar angin yang dengan cepat menembus daun melalui semak-semak. Setidaknya itu hal terakhir yang kuingat sebelum menemukan diriku terkulai berbalut kasa. Sosok berbadan tegap mendekatiku, tangannya dengan sigap mengangkat dan memberikanku air minum. Tak jauh dari tempatku, kulihat anak panah dengan ujung penuh darah. Apa aku baru saja terpanah? Apa orang ini yang menyelamatkanku?

Aku belum pernah hidup dengan orang lain selain kedua orang tuaku. Buatku, tinggal bersama pemuda ini begitu menyenangkan. Ia penuh perhatian dan sabar merawatku. Kondisiku kian membaik, namun tak kubiarkan benar-benar sembuh demi memperpanjang kebersamaan dengannya. Saat aku merintih kesakitan, pemuda ini selalu datang mengusap punggungku, dan menenangkanku. Matanya memancarkan harapan supaya aku bertahan. Bahkan kini tak sedikitpun kuingat ibu, apalagi ayah yang jarang pulang. Begitu cepat ia menggantikan posisi segala yang nyaman untukku.

June 24, 2014

Danau Buyan: Spirit of Nature Festival.


Setelah mengisi Juni di Nusa Penida, kini giliran Danau Buyan yang menggelar festival. Perhelatan budaya dengan tema Spirit of Nature ini punya banyak acara, gengs! Sayang, sepertinya publikasi acara ini di sosial media agak kurang. Pasalnya, saya mencari jadwal acara tapi tak menemukan apapun. Menghubungi CP yang tercantum di e-flyer pun tak ada tanggapan. Saat tiba di tempat,  (liat di baliho) barulah kami tau susunan acaranya. Ada yoga massal, lomba mancing, lomba mendayung pedau, sampai lomba ngelawar. Sayangnya, dari sekian banyak acara tersebut, #melaligen cuma kebagian di tarian penutup karena dateng kesorean. Ini semua gara-gara macet pokoknya, titik! #kzl :))


June 11, 2014

Nusa Penida: Menyusuri utara "The Golden Egg of Bali"

"Eh, foto di sini yuk! Keren banget warna lautnyaaa!", celetuk seseorang yang tak pernah menyangka bahwa Padang Bai seindah itu. Iya, seseorang itu adalah... Saya\(-_-") Ini adalah perjalanan pertama saya dan beberapa teman dari #melaligen melalui Padang Bai. Jalan-jalan kali ini dalam rangka ingin menyaksikan festival tahunan perdana yang diadakan oleh Nusa Penida. Dalam sehari, rute penyeberangan Padang Bai - Nusa Penida hanya ada sekali yaitu pukul 12.30. Per tanggal 1 Juni 2014, pemda menetapkan kenaikan tarif. Golongan II (motor) Rp 40.200, dan tarif penumpang (dewasa) Rp 28.000. Sembari menunggu jam keberangkatan, kami duduk di wantilan dekat dermaga. Di sana banyak pedagang yang menjajakan makanan, dari rujak buah sampai nasi bungkus. Waktu tempuh kapal Roro menuju Nusa Penida kurang lebih 1 jam. Mata kamu bakal dibikin seger kalau pilih tempat di geladak, warna lautnya ini loh jooooonn! :3

Yakan bikin pengen nyebur yakaaaan warna lautnya!

May 19, 2014

Gunung Batur: Perkenalan dengan Jalur Naga

Terpujilah bulan Mei dengan segala tanggal merahnya! Minggu ini kita balik lagi ke kawasan Kintamani, gengs. Masih belum move on sama trekking Jalur Sutra kemarin rupanya. Jam 11 malam kami tiba di kaki Gunung Batur, dan berkumpul di wantilan Pura Jati. Rencana awal yang hanya bersama #melaligen pupus setelah mengetahui pendaftarnya mencapai 50 orang\(-_-"). Yak, kami siap meramaikan puncak. Setelah briefing singkat, sekitar jam 1.30 akhirnya kami memulai pendakian. Oh iya, jangan kaget kalau di wantilan ini kamu didatangi warga lokal. Mereka menarik uang retribusi sebesar 10.000/ orangnya. Dan kalau ada warga asing yang ikut kamu wajib sewa guide. Kecuali mereka (setidaknya) punya KITAS.

Gunung yang terletak di sebelah barat gunung Agung ini tercatat sebagai salah satu gunung dengan kaldera terbesar di dunia. Medannya tanah, bebatuan, dan tentu saja pasir. Perjalanan kita kali ini terdapat 3 pos. Masing-masing sebagai tempat peristirahatan, meski bisa berhenti kapan aja, termasuk sesi poop-with-view :))

May 11, 2014

Batur-Songan-Trunyan: Trekking di Jalur Sutra

"Rute pertama kita lewat mana, kak?", tanya saya kepada salah satu panitia.
"Lewat sini (nunjuk jalan setapak yang di kanan-kirinya terdapat semak belukar), lalu kita naik ke atas sana (nunjuk puncak yang bahkan saya sendiri nggak tau di mana letaknya)."
"(mendongak ke atas) (bengong)"

Malam ini agak mencekam, gengs! Seperti sedang dikejar deadline. Seperti sedang dihadapkan dengan teman-teman ibu di resepsi pernikahan yang terus bertanya, "Kapan nyusul?". Seperti sedang membaca pesan mantan yang menanyakan kabar. Pokoknya mencekam. Gitu aja. Entah ada angin apa saya memutuskan untuk ikutan Trekking bareng kelompok yang bahkan saya nggak kenal siapa mereka. Magma Adventure, namanya. Mereka bukan sekelompok orang yang kalau ngomong muntahin lava, gengs. Bukan. Mereka sama seperti kita, orang biasa yang gemar jalan dan foto-fotoan. Sangat bersahabat! Terbukti dengan grup yang dijuluki Sahabat Magma, pokoknya kenal/ nggak kenal kita akan bersahabat di grup ini. Oke sekian iklannya, semoga #melaligen bisa terus diajakin jalan #eh.

Vertikal :|

March 25, 2014

Air Terjun Nungnung: Makian Sekaligus Pujian dari Ratusan Anak Tangga.

Setelah semalaman menikmati suasana tidur di danau, siang ini kami memutuskan untuk mandi. Mandi di air terjun :)) Nungnung terletak di Pelaga, kecamatan Petang; sekitar 45 km ke utara dari arah Denpasar. Sepanjang jalan menuju tempat ini, mata kamu bakal dibikin hijau. Bukan karena banyak uang bertebaran, bukan, melainkan banyak kebun dan sawah. Setelah tiba di Pelaga, kamu akan menemukaan pertigaan dengan plang besar di sebelah kanan yang bertuliskan "Nungnung Waterfall". Harga tiket (lokal) sebesar Rp 3.000, setelah membayar kamu akan dipersilakan untuk parkir.

Hamparan hijau berikut bunga sepanjang perjalanan.

March 24, 2014

Danau Tamblingan: Jukung, dan suasana pagi yang menawan

Jieeeeh #melaligen punya tenda baru, jieeeh. Dan tempat yang beruntung kali ini buat nyobain tenda baru kita adalah Danau Tamblingan, yeaaay! Pasukan bosan-tidur-di-rumah kali ini berjumlah 7 orang. Waktu tempuh dari Denpasar kurang lebih 2 jam. Dari letak geografis, danau ini berada di lereng utara Gunung Lesung, Buleleng. Di timur danau ini terdapat danau Buyan, dan danau Beratan. Jadi sekali berangkat, ada 3 danau yang bisa kamu singgahi. Bali kurang keren apa coba?

Kemah di danau Tamblingan tidak dipungut biaya, gengs. Kami ambil posisi tak jauh dari bibir danau yang juga dekat dengan bale bengong, lumayan buat tempat masak-masakan. Di seberang kami ada warung yang menyewakan kamar mandi. Warga setempat juga menjual kayu bakar, Rp 10.000/ ikat. Tempat ini bagus banget buat kemah kelompok sekaligus trekking.



January 15, 2014

Petualangan di Nusa Lembongan

Sepagi ini dua orang beransel dengan satu tas jinjing sudah hilir-mudik di tengah riuh debur ombak pantai Sanur. To the Lembongaaaan! Buat kamu yang pengin melipir ke Nusa Lembongan, di Sanur terdapat banyak boat operator dengan jam keberangkatan dan harga beragam, yang siap mengantarmu ke pulau seberang. Karena baru pertama kali mengunjungi pulau ini, akhirnya kami membeli tiket PP (open ticket) seharga 150.000/ orang. 

Diberi secarik peta oleh Optasal saat membeli tiket boat.

Perjalanan dari Sanur menuju Lembongan ditempuh selama 30 menit. Ada dua pilihan pemberhentian: di Jungut Batu dan Mushroom Bay, tergantung ke mana tujuanmu. Kalau saya sih maunya berhenti di kamu, aaaakk! Setiba di Mushroom Bay, kami langsung menuju tempat penyewaan motor. Di Sanur, kami sempat ditawari dengan harga Rp 80.000. Karena tau kisaran harga sewa di sana akhirnya kami dapat harga tengah: Rp 60.000. FYI, ilmu tawar-menawarmu sangat berguna di sini.