About Me

September 11, 2013

Kita adalah Karakter dalam Novel yang Buruk.

Hal terbaik yang pernah kurasakan adalah saat hatiku menjatuhkan diri padamu. Juga di malam kau tertidur di dadaku, aku bisa mengusap dan mencium keningmu sesukaku. Serta pagi di sebuah entah; ada kopi hitam, kicau burung cager, dan kau yang tertawa lepas saat gagal memahami gurauanku. Kita telah berbincang banyak hal; dari apa hingga bagaimana. Kita juga sesekali berlayar ke samudera lepas, namun kembali; saling sadar bahwa masing-masing kita adalah tujuan pulang.

Sayang, kita adalah karakter yang terjebak dalam novel yang buruk. Ia memberi banyak konflik layaknya kehidupan nyata. Ia membuat pertemuan yang sempurna, namun memberi akhir penuh luka. Ia kembali membawa keluarga dan agama untuk memisah kita.

Kita adalah karakter dalam novel yang buruk. Aku berharap bisa melawan dan mengambil alih akhir dari kisah ini. Mengingatkan Ia bahwa sebuah akhir bisa dibuat sempurna di sini. Mengingatkan Ia bahwa kita hanyalah karakter-karakter yang lelah dengan perpisahan, dan berhak mendapat akhir sebuah kita yang saling mempertahankan.

September 4, 2013

Hatiku

hatiku selembar kain pada ragamu;
sebentar, biarkan aku sejenak memeluk;
sebelum kau menggantiku dengan yang lain.



Denpasar, 2013.