About Me

December 15, 2012

Kita.


Jika ribuan kilometer ini hendak memupus kepercayaanmu, ingatlah keterbatasan waktu yang kita punya saat saling mendekap di bilik itu.

Jika keraguan mulai meracuni, ingatlah betapa kita tegar; saling memayungi diri saat di terpa hujan kerikil yang hampir merusak jalinan rasa ini.

Jika penat menggelantungi perasaanmu, ingatlah jutaan detik yang tercipta untuk bersama melantunkan nada-nada rindu.

Jika sepi mulai mengalun, dengarkan tabung kenangan yang berisi gelak tawa saat kita menunggu hujan reda.


November 29, 2012

Tentang Pekarangan


Hari ini aku mengolah beberapa petak tanah yang terlihat sepi di sudut rumah. Ya, sebut saja membentuk kebun, hal yang sudah lama tak kulakukan sejak kepindahanku di perumahan ini. Tak seluas pekarangan yang dulu, namun ini saja masih bisa ditanami banyak tumbuhan yang aku mau.

Kata ibu, untuk menanam suatu bibit, harus tahu karakter bibit tersebut. Ada tanaman yang harus ditanam dengan kedalaman medium, ada juga yang hanya diletakkan beberapa inci dari permukaan tanah. Jangan menggali terlalu dalam, belum tentu akar bibitnya kuat, ujar ibu.

Kata ibu, untuk menanam suatu bibit, kita harus tahu bibit tersebut subur di musim apa. Jangan lupa, jangan asal tanam bibit, kita harus cermat apa bentuk bijinya segar dan sempurna, supaya bunganya berkembang dengan sempurna, tambah ibu.

Kata ibu, setelah tahap-tahap itu, yang harus kita lakukan adalah pemeliharaan.  Sesempurnanya biji yang tertanam, akan percuma jika tak dijaga dengan tangan-tangan yang baik. Jangan lelah untuk sekedar menyiram, memetik yang layu, atau mencabuti rumput-rumput liar yang ada di sekitarnya, kata ibu sambil berlalu.

November 7, 2012

Sajak Flora


Aku, Dandelion.

Rapuh, namun selalu berusaha kuat melawan terpaan angin yang seolah-olah ingin mencabut dari tempatku berpijak. Aku memang tak setegar Mawar, tak secantik Lily, dan tak selalu ceria seperti Chrysants. Tapi aku berjanji, hingga saatnya angin menghempas; aku akan mengikuti arahnya.

Kau tahu mengapa ilalang tak pernah terlihat sedih? Itu karena aku mampu menyanding mereka, menemani di terik panas hingga terpaan gugurnya dedaunan. Serpihan biji bunga yang terlepas dariku mampu membuat kehidupan baru. Aku sederhana, walau keberadaanku kadang tak terlalu dianggap.

Aku, Dandelion. Mencari angin yang tepat untuk menerbangkanku kepada ilalang yang membutuhkan kehadiranku.



   Seminyak, 2012.
@cathadita



October 9, 2012

Memori, Kamu, & Dia

Berhentilah memporak-porandakan isi kepalaku. Ribuan keping memori kita tertata disana, tak puaskah kamu menjajah ruang ku? Apa yang kamu cari? Kita yang dulu? Maaf, sudah aku musnahkan sejak kamu bawa kepingan baru itu.



d.